BUNGO, Jurnaljambi.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Tokoh yang dikenal luas sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Bungo, Drs. H. Zulfikar Achmad, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 16.30 WIB di Jakarta.
Kepergian sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan, politik, dan pembangunan daerah tersebut menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kabupaten Bungo.
Nama H. Zulfikar Achmad bukanlah sosok asing bagi masyarakat Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun. Kiprahnya dalam membangun Kabupaten Bungo selama dua periode kepemimpinan menjadikannya salah satu tokoh yang meninggalkan catatan tersendiri dalam perjalanan pembangunan daerah.

Berawal dari Dunia Pendidikan dan Usaha
H. Zulfikar Achmad lahir di Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, pada 17 Mei 1946. Perjalanan pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR), kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Muara Bungo dan SMA Negeri Bangko.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, beliau melanjutkan pendidikan di Akademi Tata Pelayaran Niaga (ATPN) bidang pelayaran dan kemudian meraih gelar sarjana Ilmu Administrasi dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 1985.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Zulfikar Achmad lebih dahulu membangun karier di sektor swasta. Ia pernah bekerja sebagai Asisten Manajer PT Porodisa Raya Shipping Lines pada 1975–1979, kemudian menjabat Direktur Operasi PT Timika Jaya Jakarta pada 1982–1986.
Kariernya di dunia usaha terus berkembang dengan menduduki sejumlah posisi strategis sebagai direktur dan direktur utama di beberapa perusahaan, di antaranya PT Jasamina Pratama, PT Bukit Selungko Prakasa, dan PT Semagi Hotel Prakasa.
Dua Periode Memimpin Kabupaten Bungo
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke dunia pemerintahan. Pada 2001, H. Zulfikar Achmad dipercaya memimpin Kabupaten Bungo sebagai bupati untuk periode 2001–2006.
Kepercayaan masyarakat kembali diperolehnya pada periode berikutnya. Ia kembali menjabat sebagai Bupati Bungo untuk periode 2006–2011, berpasangan dengan Sudirman Zaini sebagai wakil bupati.
Selama kurang lebih sepuluh tahun memimpin Kabupaten Bungo, namanya dikenal melalui kiprah pembangunan dan berbagai program pemerintahan daerah.
Kontribusi dan pengabdiannya pada masa kepemimpinan tersebut membuat masyarakat mengenalnya dengan sebutan Bapak Pembangunan Kabupaten Bungo.
Sejumlah penghargaan juga tercatat dalam perjalanan kepemimpinannya, antara lain penghargaan Wahana Tata Nugraha pada 2003 dan 2004, Manggala Karya Kencana pada 2004, serta berbagai tanda kehormatan di bidang pembangunan, pertanian, dan lingkungan hidup.
Pernah Maju dalam Pilgub Jambi 2010
Setelah dua periode memimpin Kabupaten Bungo, Zulfikar Achmad juga pernah memperluas kiprah politiknya di tingkat provinsi.
Pada Pemilihan Gubernur Jambi tahun 2010, ia maju sebagai calon Gubernur Jambi berpasangan dengan Ami Taher. Namun, pasangan tersebut belum berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut.
Meski demikian, perjalanan politiknya tidak berhenti di situ.
Tiga Periode Menjadi Anggota DPR RI
Pada Pemilihan Legislatif 2014, Zulfikar Achmad maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi melalui Partai Demokrat.
Ia berhasil terpilih dan mulai menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di Senayan untuk periode 2014–2019. Pada periode tersebut, ia bertugas di Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan, kependudukan, dan kesehatan.
Kepercayaan masyarakat Jambi kembali mengantarkannya ke DPR RI untuk periode 2019–2024.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Zulfikar Achmad kembali berhasil memperoleh mandat masyarakat dengan meraih 50.927 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Partai Demokrat.
Dengan demikian, ia tercatat menjalani tiga periode pengabdian sebagai anggota DPR RI.
Pada periode 2024–2029, namanya juga tercatat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. Kiprahnya di parlemen antara lain berkaitan dengan perjuangan aspirasi masyarakat serta bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Warisan Pengabdian bagi Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun
Perjalanan panjang H. Zulfikar Achmad, mulai dari dunia usaha, pemerintahan daerah hingga parlemen nasional, menjadi bagian dari sejarah perjalanan politik dan pembangunan Kabupaten Bungo.
Bagi masyarakat Bungo, beliau bukan sekadar mantan kepala daerah. Sebutan Bapak Pembangunan Bungo merupakan identitas yang melekat pada perjalanan pengabdiannya selama memimpin daerah.
Kepergiannya meninggalkan kenangan, jasa, dan catatan perjalanan panjang yang akan terus menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Bungo.
Segenap keluarga besar Redaksi Jurnaljambi.com menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya H. Zulfikar Achmad.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Innalillahi wa innailaihi raji’un.
Jurnaljambi.com – Profesional, Responsif, Objektif.











Komentar