MUARA BUNGO, Jurnaljambi.com – Anggi Doyok, putra asli Muara Bungo, resmi menjadi salah satu alumni angkatan pertama (Batch-1) Sekolah Solidaritas Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam kegiatan tersebut, Anggi turut memperoleh dukungan dan motivasi langsung dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Program kaderisasi bertema “Kuat, Bijak, Setia” itu berlangsung selama dua hari pada 26–28 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti kader PSI dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi dinamika politik.
Sekolah Solidaritas merupakan program yang diinisiasi oleh tokoh senior PSI, Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Melalui pembelajaran intensif selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di berbagai bidang.
Kepada media ini, Anggi Doyok menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI dan Rusdi Masse Mappasessu atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi kader untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan memperluas wawasan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
«”Saya mengucapkan terima kasih kepada DPP PSI dan Bapak Rusdi Masse Mappasessu yang telah menghadirkan Sekolah Solidaritas. Selama tiga hari kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga sebagai bekal untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujar Anggi.»
Ia mengatakan, kesempatan belajar langsung dari para narasumber memberikan perspektif baru dalam membangun karakter kepemimpinan, komunikasi politik, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.
Anggi juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi politik pada masa mendatang. Menurutnya, setiap proses politik memiliki tantangan dan dinamika yang harus dihadapi dengan integritas, komitmen, serta orientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut Anggi, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Solidaritas akan menjadi bekal untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang konstruktif bagi pembangunan daerah.
Dengan berakhirnya Sekolah Solidaritas PSI Batch-1, Anggi berharap dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah maupun nasional.










