Seleksi Calon Paskibraka Bungo 2024 di duga di Campuri Oleh Beberapa Kepentingan Oknum Pejabat, “Leter O Lolos Seleksi”

BUNGO , JurnalJambi.com – Cerita menarik dibalik seleksi Calon Paskibraka (CAPASKA) Kabupaten Bungo 2024, setiap tahun nya terus saja terjadi. Mulai dari tidak ideal nya Tinggi dan berat badan Capaska hingga ada yang leter O diloloskan.

Menjawab pertanyaan pertanyaan yang beredar di tengah tengah masyarakat, media ini mencoba mencari keterangan melakukan koordinasi dan konfirmasi baik terhadap pejabat pelaksana yang ada di Kesbang Pol Kabupaten Bungo hingga Panitia Pelaksana ( Pansel ) yang sedang melatih Capaska di lapangan Eks MTQ Baru.

Sebelum nya Kabid Politik Kesbangpol Bungo mengatakan bahwa proses seleksi Capaska harus sesuai aturan yang sudah tertuang dan tidak boleh menyalahi aturan yang ada tersebut.

” Saya tegaskan untuk proses seleksi harus sesuai aturan tidak boleh melenceng. ” Ucapnya beberapa pekan lalu saat di temui di kantor kesbang pol

Sama hal nya yang dikatakan Eva, menurut nya data yang kita input sudah sesuai dengan hasil yang dilakukan panitia seleksi, jika tidak sesuai aturan maka dengan sendiri nya akan tereliminasi secara sistem. Ujar nya saat proses seleksi berlangsung di eks arena MTQ baru

Baca Juga :  Sidang Kasus Kejahatan Mafia Tanah, Oknum Pelaku menggunakan Akun Pejabat BPN untuk mengubah objek Sertifikat

Sementara jika dilihat di lapangan saat anak anak Capaska berlatih, masih ditemukan Capaska yang tidak memenuhi syarat atau diluar aturan yang ada, seperti antara tinggi dan berat badan yang tidak ideal hingga leter O. Sabtu, (22/06/24) di arena Eks MTQ Baru

Menjawab hal tersebut, media ini mengkonfirmasi kepada Edi selaku salah satu anggota pansel, menurut Edi, untuk Capaska laki laki wajib diatas 170 cm dan yang di bawah 170 cm sudah pasti di eliminasi. Bahkan ada yang tinggi hingga 178 cm

Sedangkan untuk Capaska perempuan, karena quota nya tidak mencukupi dengan tinggi minimal 165 cm maka sepakat dengan kebijakan bersama maka diturunkan Tinggi minimal 160 cm hingga tercukupi nya quota Capaska perempuan.

Baca Juga :  Dihadiri Gubernur Jambi, Dinas TPH Bun Bersama Pemda Bungo Panen dan Tanam Padi Perdana di Dusun Empelu

” Ya kami akui dalam proses seleksi tidaklah sempurna karena sesungguhnya yang sempurna itu milik Allah, mungkin ada khilaf kami saat melihat ( ” salah tengok ” ) itu hal yang wajar sebagai manusia, namun kedepan kami akan berusaha lebih baik lagi. Ucap Edi selaku pansel

Menyikapi Capaska pria yang leter O menurut Edi, jika jarak renggang nya masih 5 cm bisa diloloskan, namun jika jarak renggang nya 7-8 cm maka sudah dipastikan tidak lolos.

Ditambahkan Edi terkait postur tubuh Capaska perempuan yang tidak ideal disanalah diambil kebijakan, bahwa khusus Capaska tersebut dilakukan pembinaan dan latihan khusus agar mendapatkan postur tubuh yang ideal tidak terlalu gemuk. Ujar nya

Ketika ditanya terkait masalah makan minum Capaska selama berlatih, menurut keterangan salah satu pelatih, mengatakan bahwa Capaska selama 3 Minggu ini bawa makan minum sendiri.

” Untuk pelatih disediakan makan minum, sedangkan untuk Capaska bawa sendiri, hanya sekali seminggu dari Kesbangpol disediakan puding berupa bubur kacang hijau. Terang pelatih

Baca Juga :  Diduga 6 Orang Karyawan Koperasi Keroyok Anak Nasabah

Untuk jadwal latihan menurut nya dalam 3 Minggu ini latihan nya seminggu 3 kali dimulai dari jam 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore. Dan dibantu oleh Anggota Paskibraka senior ya angkatan 2022-2023.Tutupnya

Diminta kepada Kesbangpol Kabupaten Bungo, jika benar Capaska yang lolos masih banyak yang lolos tidak sesuai syarat dan ketentuan yang ada harap untuk di lakukan seleksi ulang, namun jika kebijakan yang dipakai maka hapus syarat dan ketentuan yang ada, karena di duga aturan tinggal aturan.

Satu hal lagi media ini mendapatkan info dari narasumber yang dapat dipercaya, bahwa ada beberapa Capaska itu diketahui merupakan keponakan dari beberapa pejabat atau pegawai yang ada di Kesbangpol, lolos sesuai syarat dan ketentuan atau merupakan titipan yang dipaksakan mohon untuk di lakukan kroscek dan evaluasi. Pinta narasumber.