Distribusi Menu MBG Saat Ramadhan Dialihkan ke Paket Kering, Kualitas dan Kandungan Gizi Dipertanyakan

Bungo, Jurnaljambi.com – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Kabupaten Bungo mengalami perubahan. Jika sebelumnya peserta didik menerima menu basah berupa nasi lengkap dengan lauk-pauk, sayur, dan buah, kini paket yang dibagikan dialihkan menjadi makanan kering.

Berdasarkan pantauan di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bungo, paket MBG yang diterima siswa terdiri dari satu kotak kecil susu Frisian flag 110 ml non UHT, satu butir telur, satu buah jeruk, dan satu bungkus roti kemasan. Perubahan ini disebut sebagai penyesuaian selama bulan puasa.

Baca Juga :  Jalan Utama Dusun Renah Jelmu Putus, PUPR Bungo Respon Cepat Siapkan Jembatan Darurat

Namun, perubahan menu tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua siswa. Mereka mempertanyakan apakah komposisi makanan tersebut telah memenuhi standar kebutuhan gizi harian peserta didik, terutama jika dibandingkan dengan menu sebelumnya yang lebih lengkap dan variatif.

Sebagian masyarakat juga menyoroti kesesuaian nilai anggaran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15 ribu per siswa per porsi. Jika melihat empat item yang dibagikan, sejumlah pihak menduga nilai tersebut tidak sepenuhnya terealisasi dalam bentuk makanan yang diterima siswa. Bahkan, muncul asumsi bahwa nilai riil paket yang diterima berkisar di bawah standar yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Bungo Gelar Puncak Perayaan HKN ke-61, di Hadiri Wakil Bupati

Arahan Presiden terkait pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik demi mendukung tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia pun kembali menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai implementasi di lapangan perlu dievaluasi agar tujuan utama program benar-benar tercapai.

Baca Juga :  Hadir di Halalbihalal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bungo, Wabup Bungo Terpilih Berjanji akan Besarkan Partai

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum (APH) dapat turun tangan melakukan kajian serta pemeriksaan menyeluruh, baik terkait kesesuaian penggunaan anggaran per siswa maupun standar kandungan gizi dalam setiap paket MBG yang dibagikan. Transparansi dan pengawasan dinilai penting guna memastikan program ini berjalan sesuai dengan regulasi dan memberi manfaat optimal bagi para pelajar.