Masyarakat Harapkan Tarian dan Kerajinan Asli Daerah Meriahkan Bungo Expo HUT ke-60 Kabupaten Bungo

Bungo, jurnaljambi.com – Dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bungo ke-60, pelaksanaan Bungo Expo tahun ini menjadi momen yang paling ditunggu masyarakat. Tak hanya sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menampilkan dan melestarikan kekayaan budaya serta potensi lokal daerah.

Sejumlah masyarakat menyampaikan harapannya agar Bungo Expo turut menampilkan tarian tradisional khas daerah, seperti tarian Rampi Rampo dan Krinok, yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Bungo. Mereka menilai, hadirnya kesenian lokal di tengah kemeriahan acara akan menambah semangat cinta budaya dan memperkuat jati diri daerah.

Baca Juga :  Kepala Dinas PMPTSP Ir. Syafrizal beserta Istri Raih Juara 1 Fashion Show Batik HUT ke-60 Kabupaten Bungo

Tarian Rampi Rampo berasal dari daerah Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi, dan merupakan tradisi lisan berupa syair pantun yang dilantunkan bersama musik. Meskipun lebih dikenal sebagai musik tradisional, “Rampi Rampo” diartikan sebagai proses “menampi” atau memisahkan padi yang tidak berisi (ampo), yang diadaptasi dari bahasa daerah Kerinci dan Rantau Pandan

Begitu juga hal nya Krinok yang juga berasal dari Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, lebih tepatnya dari daerah Rantau Pandan. Kesenian ini merupakan seni vokal tradisional masyarakat Melayu Jambi yang sudah ada sejak zaman prasejarah dan awalnya dinyanyikan tanpa alat musik, dan masih banyak kesenian lain nya dari masing masing desa / dusun yang ada di kabupaten Bungo.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Bungo Hadiri HUT ke-48 Dusun Bukit Sari

Selain itu, masyarakat juga berharap kerajinan tangan asli Bungo, seperti Batik Bungo asli hasil karya para pengrajin home industri, dapat ditampilkan dalam pameran expo. Menurut warga, ini akan menjadi wadah promosi yang baik bagi pelaku UMKM lokal sekaligus memperkenalkan produk unggulan khas Bungo kepada masyarakat luas.

“Kalau bisa tahun ini lebih banyak ditampilkan budaya asli kita, seperti rampo, krinok, dan batik buatan masyarakat sendiri. Biar Bungo Expo benar-benar mencerminkan kekayaan daerah kita,” ungkap salah satu warga Muara Bungo.

Baca Juga :  Sekda Bungo Dr. Donny Sidak Mal Pelayanan Publik, Pastikan Kualitas Layanan kepada Masyarakat

Ditambahkan nya ada beberapa motif yang dikenal seperti Bungo Dani, Putri Malu, Bunga Bangkai Rami, Pakis, Manggis, Daun Sirih Pinang, dan Rumah Adat. Motif-motif ini seringkali mengambil inspirasi dari flora dan fauna lokal serta bentuk-bentuk arsitektur daerah. Jadi kalau bisa penampilan diatas panggung upayakan untuk memakai produk lokal batik Bungo. Harap nya

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, masyarakat berharap pelaksanaan Bungo Expo HUT ke-60 Kabupaten Bungo menjadi ajang yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal.