Tidak Terima kebun Sawit nya di aliri Limbah Tambang Emas , Warga Minta Polisi Tindak Tegas dan Tangkap Pelaku

Bungo, Jurnaljambi.com – Aktifitas Tambang Emas Tanpa Izin atau PETI yang menggunakan mesin Dongpeng jenis rakit atau darat menjamur di wilayah perbatasan muara Kuamang – Sepunggur atau lebih dikenal dengan kawasan Mega 2 atau megasawindo 2.

Hal ini terpantau saat tim media dan LSM melakukan investigasi berdasarkan hasil laporan dari masyarakat atau warga yang merasa dirugikan. Kamis, (10/7/25)

Saat dilapangan, Tim menemukan beberapa aktifitas tambang emas menggunakan mesin Dongpeng jenis rakit yang sedang beroperasi dalam kebun sawit dekat Mega 2.

2 rakit tersebut diketahui milik salah satu warga dusun Padang palangeh kecamatan Pelepat Ilir kabupaten Bungo bernama Adam yang diketahui tinggal di jalan poros unit 17 Pelepat Ilir.

Baca Juga :  Viral Pemberitaan Perselingkuhan Rio Karak Apung, ini Kata Ketua BPD

Jeni yang saat ini menjabat sebagai kepala kampung dusun pelangeh kepada media ini menyampaikan kekecewaan nya dan melaporkan kejadian yang dialami nya.

Kepada media ini kepala kampung mengatakan bahwa aktifitas tambang emas yang menggunakan mesin Dongpeng milik Adam ini sudah meresahkan, karena akibat aktifitas tersebut limbah nya mengalir ke kebun sawit miliknya dan bisa bisa sebentar lagi tanah tersebut akan longsor dan sudah dekat sekali berdampingan dengan batas kebun miliknya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bungo Dorong BNK Bungo Naik Status Menjadi BNNK

” Saya sudah beberapa kali bicara sama Adam, minta jangan diteruskan karena selain limbah nya itu tanah bentar lagi longsor, tapi tidak dihiraukan nya. Malah saya pernah tawarkan kebun saya minta dia beli dari pada dirusak. Ujar nya

Karena saya sudah beberapa kali bicara juga tidak di indahkan makanya saya melaporkan hal ini ke beberapa awak media minta uni di ekspose, dan saya juga akan buat laporan tertulis kepada polres Bungo agar polisi bisa menindak dan menangkap pelaku.

Baca Juga :  Wira Ditemukan Warga Mengapung di Pinggir Sungai Batang Bungo, Sudah Tidak Bernyawa

” Ya bang saya dah bosan selalu saja tidak di indahkan teguran saya, saya tidak mau kebun saya nanti rusak, itu satu satu nya sumber penghasilan saya untuk membiayai semua kebutuhan keluarga, jadi saya akan laporkan ini secara tertulis ke Polsek babeko atau polres Bungo bang.

Kepala kampung juga berharap pihak kepolisian segera menindak tegas dan menutup aktifitas tambang emas tersebut. Tutup nya