Penjahit Lokal Didorong Terlibat, DPRD Bungo Usulkan Proyek Seragam Gratis Dikerjakan UMKM

Bungo – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bungo, Darwandi, SH, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Bungo agar pelaksanaan proyek pembuatan baju seragam sekolah gratis bagi peserta didik dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM lokal di daerah tersebut.

Menurut Darwandi, anggaran besar yang bersumber dari APBD sangat disayangkan apabila harus dialokasikan keluar daerah. Ia menilai, Kabupaten Bungo memiliki banyak penjahit lokal yang mampu mengerjakan proyek tersebut dengan kualitas yang tidak kalah bersaing.

“Masih banyak penjahit lokal di Bungo yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan proyek pembuatan seragam sekolah ini. Sangat disayangkan jika anggaran sebesar itu justru mengalir ke luar daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Bungo Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Turap Sungai di Tanjung Gedang

Ia menjelaskan, tujuan dari usulan tersebut tidak hanya untuk efisiensi anggaran, tetapi juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan melibatkan UMKM, khususnya penjahit rumahan, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan ini juga didasarkan pada hasil kunjungan kerja Darwandi ke Kota Kediri. Di sana, proyek seragam sekolah gratis ternyata tidak dikerjakan oleh pabrik besar, melainkan oleh konveksi lokal berskala kecil yang mempekerjakan sekitar 25 tenaga penjahit dan mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tiga bulan.

Baca Juga :  Bupati Bungo Resmi Buka Bimtek dan Sosialisasi DTSEN pada Aplikasi SIKS-NG

“Dari hasil kunjungan kami, ternyata pengerjaannya tidak harus oleh pabrik besar. Konveksi lokal dengan tenaga sekitar 25 orang saja mampu menyelesaikannya tepat waktu,” jelasnya.

Untuk itu, Darwandi berharap pada tahun anggaran 2027 mendatang, program seragam sekolah gratis yang menjadi salah satu program Bupati Bungo dapat benar-benar melibatkan pelaku UMKM lokal. Ia juga menyarankan agar Pemda dapat menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Koperasi UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yang dinilai memiliki data dan pemetaan terkait jumlah serta kapasitas penjahit lokal di Kabupaten Bungo.

Baca Juga :  Wira Ditemukan Warga Mengapung di Pinggir Sungai Batang Bungo, Sudah Tidak Bernyawa

“Melalui kolaborasi dengan instansi terkait, kita bisa memastikan program ini tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal,” tutupnya.