Wakil Bupati Bungo Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar Atas Muara Bungo

Muara Bungo , Jurnaljambi.com – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Atas Muara Bungo pada dini hari, menghanguskan puluhan kios milik pedagang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Minggu, (26/4/26)

Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar. Beruntung, berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga :  Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn Tinjau Sejumlah Titik Strategis Bersama Tim Perencana Penataan Kota

Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Zamroni, S.Ag, Camat Pasar Muara Bubgo Haris, S.Kom, Kepala UPT Pasae Atas Nanang, S.IP turun langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau kondisi pascakebakaran. Di hadapan para korban, ia menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang terjadi.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah daerah akan segera melakukan pendataan terhadap para korban dan berupaya mencarikan solusi terbaik,” ujarnya saat berada di lokasi.

Baca Juga :  Bupati Bungo Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Turap Sungai di Tanjung Gedang

Menurut keterangan salah satu saksi mata, Aidil Putra, kebakaran diduga berasal dari salah satu toko kain yang berada di dekat toko sembako. Api mulai terlihat sekitar pukul 02.30 WIB dan dengan cepat membesar.

“Saya langsung menghubungi pemadam kebakaran saat melihat api semakin besar,” ungkapnya.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bungo bergerak cepat. Dalam waktu kurang lebih 10 menit, tim sudah tiba di lokasi dengan mengerahkan empat unit mobil water canon, satu unit mobil rescue, serta empat peleton regu pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Kodim 0416/Bute Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 27 Prajurit, 1 Prajurit Pindah Satuan

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, total kerugian yang dialami para korban masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.